Jelaslah saya mencoba belajar untuk di tempat baru saya bekerja. Saya mencoba membuat aura saya nyatu dengan aura kantor. Belajar yang dibayar, ya di sini.
Most people are pretty obvious with their actions. I rarely get my hopes up, not because I am a pessimist but because I am a realist. Action prove why words mean nothing, from relationships to work, from work to parties. Intentions that aren’t acted upon are just ideas, and ideas without action are just thoughts. So if that woman you want to be is messing around, it is because you aren’t her priority. If that guy doesn’t call you for two weeks, he doesn’t like you as much as you like him. If that important meeting keeps on getting reschedules, it means it is not that important to the other party. If the government fail the people they are supposed to be representing time and time again, it means that they aren’t really representing you, or they just aren’t bothered. The people who always text and call to ask how you are, these are the people who care. The people who email you back straight away and the people who do things to help. These are the people you should i...
Have you ever really wanted to ask a question, but you didn't because you knew in your heart that you wouldn't be able to handle the answer? Have you? Kalimat tadi muncul di pikiran saya malam ini. Sekarang (current time), saya sedang di Semarang. Tadi saya sudah hampir tidur di bawah selimut nyaman lalu tiba tiba kalimat tadi lewat begitu saja. Kemudian saya tuliskan di instagram. Ntah kenapa saya ingin posting aja. Beberapa teman menanggapi bahwa 'ya, mereka pernah merasakan dan melakukan itu'. Sangat ingin menanyakan sesuatu kepada seseorang, tapi gak jadi tanya hanya karena merasa gak sanggup dengar jawabannya. Mungkin kalau di breakdown, jalan ceritanya bisa bermacam. Bisa jadi masalah pekerjaan, saat seseorang ingin bertanya ke atasannya tapi takut dan gak siap dengan jawabannya. Bisa jadi juga masalah asmara dan kekasmarannan. Saat (mungkin) kita merasa ingin mengungkapkan perasaan kita, tapi (mungkin) sudah tahu nanti jalan ceritanya bakal seperti apa. ...
How’s life? Menarik. Sudah 3 bulan tidak menulis apapun di sini, hanya sekedar visiting (seperti kamu kan?) dan tidak meninggalkan jejak apapun. Beberapa komentar darimu-pun belum kubalas, ya daripada dibalas dengan air tuba kan? Banyak, salah, terlalu banyak moment yang sudah saya lewati. Baik, buruk, greatest moment (wait, ini seperti judul album-album evergreen ber-cover mbak-mbak bule entah berantah itu), dan lain bentuk moment yang sudah terlewatkan dengan begitu cepatnya. Saya masih di Jogja, dengan berbagai perubahan. Perubahan rambut tentu (well, ini adalah kali kedua saya gondrong), status (eciye), dan lainnya. Mungkin saya gak perlu sih sebutkan satu-per-satu di sini, karena akan terlalu banyak dan saya akan pegel ngetiknya, jadi well, suka-suka-aku-untuk-menulis-apapun-itu-see-? Apa kabarmu di situ? Ya, siapapun kamu yang sedang membaca tulisan saya ini. Iya, sekarang sudah berganti tahun, seperti layaknya kita berganti moment dan kesempatan setiap waktu...
Comments