Posts

Jangan Ditiru

Selamat Pagi. Sudah lama sekali ya tidak menulis di blog ini. Dan kalimat sapaan ini pun terbaca hampir sama dengan tulisan tulisan yang sebelunya, hahaha... Mohon maaf lahir dan batin, akibat kemalasan tingkat expert untuk mengetik dan membagi apapun yang kurang lebih terjadi setahun ini, membuat saya menjadi tidak pernah mem-posting apapun di sini. Terlalu banyak. Benar, terlalu banyak hal yang belum saya ceritakan di sini kepada teman semuanya. Sudah tau kan, kalau saya tidak pernah malu atau sungkan untuk membagi pengalaman pribadi saya di sini. Baik yang membahagiakan, yang biasa, sekalipun yang pahit dan sama-sekali tidak pernah saya sangka sebelumnya. Well, some of you sudah mengetahuinya, akan tetapi biarkanlah di sini saya yang mengungkapkan. Boleh teman semua mengambil sisi baiknya, dan menjadikannya referensi jika akan menjalani sesuatu. Kabar saya sehat. Begitu juga harapan saya ke teman semuanya. Musim sedang penghujan, dan bukan berarti menjadikan kita bermalas...

Sekarang

ini hanya seperti meluangkan waktu. Terlalu banyak stereotype, prejudice, dan segala sesuatu yang bermakna hampir demikian. Tapi apakah ini kekal? Jelas tidak. Ntah apa yang kekal di hari seperti sekarang. 

Ibu Peri dan Tugu Jogja 2003

Image
Jogja. Okay, 26 tahun lewat 22 hari sudah saya bulat penuh, dari lahir sampai sekarang tinggal di Jogja. Banyak hal yang bisa jadi alasan kenapa saya tetap tinggal di Jogja. Banyak hal juga yang kadang membuat saya merasa ingin sejenak pergi dari Jogja. Nah, kan? saya sendiri bilang cuma 'ingin sejenak' pergi dari Jogja. Yang artinya, saya tidak benar-benar ingin pergi dari Jogja. Kadang lucu jika mendengar cerita beberapa teman yang berasal dari luar kota, yang mereka menyatakan bahwa mereka gak mau keluar dari Jogja, hehe.. kenapa bisa begitu? Begini ceritanya. Beberapa teman dari luar Jogja, pastinya sangat senang berada di Jogja. Dari tarif hidup yang relatif masih terjangkau, makanan enak dan masih murah, mau cari apa aja ada, dari hal tradisional seperti becak atau makanan khas sampai hal yang modern semacam Ducati juga ada di Jogja. Masyarakatnya juga relatif baik dan ramah, kecuali kamu pembuat onar, liat aja, Pak RT pasti bertindak hahaha... mau cari...

Keingininan vs Kenyataan

Yap. Ini adalah kali pertama saya menulis di blog ini menggunakan iphone saya yang ntah jadinya (maksudku adalah bentuk paragraf dan alinea-nya) akan seperti apa. Let's try!  Hari ini adalah hari kedua saya di rumah. Tidak melakukan hal yang terlalu berat karena memang kondisi badan yang tidak terlalu oke untuk melakukan aktivitas yang seperti biasanya. Hampir seminggu ini badan ini rasanya macem-macem. Dari kena batuk radang, migrain, keluar keringat dingin (sampai sekarang), lalu pilek yang tiba-tiba udah gak bisa bauin segala macam bau, dan akhirnya setelah sakit-masuk kerja-dan akhirnya memutuskan untuk gak masuk sampai 2 hari ini. Awalnya sih tetep pengen ya seperti doraemon yang ingin begini dan begitu, semuanya dikerjain. Tapi balik lagi, ternyata semuanya itu kadang gak bisa sesuai dengan keinginan kita, dan sekarang, gak bisa sesuai dengan keinginan saya. Pikirian ini rasanya masih bisa jalan untuk ngerjain ini dan itu dan ini dan itu, tapi kenyataannya adalah cuma bisa se...

1000 Tahun Cahaya

Hai. Postingan pertama di tahun 2014. Kembali pengakuan dosa karena sangat malas untuk menulis di sini beberapa tahun terakhir. Dan, selalu ketika mulai menulis, semuanya berupa refleksi diri, hahahaa… poor Wandan :p gak ada bahan lain? Uhm, mungkin saya memang lebih menikmati untuk membahas diri sendiri daripada kejadian atau pengalaman orang lain. Yah, walaupun kadang teteup bercerita tentang orang lain juga sih, hehe.. jadi? Gimana sih maksudnya? Intinya, terserah saya sihhhh mau nulis apa hahaha.. Well, semoga belum begitu telat untuk mengucapkan selamat tahun baru 2014. Selamat memasuki tahun kuda bagi yang merayakan. Pasti banyak yang mempunyai resolusi di tahun baru, ada juga yang biasa aja, ada juga yang galau. Nah, kamu termasuk yang kelompok mana nih? Kalau saya? Saya adalah tipe yang memang gak pernah bilang dengan jelas dan gamblang tentang apa yang jadi target di tahun baru. Lebih suka dan nyaman untuk memikirkan dan melakukannya sendiri secara diam-diam, tahu-ta...

Antara Corak Bunga, Boyband, dan Al-Mu'min 039

Ini ditulis di saat seharusnya saya gak boleh menulis. Bukan tempat dan waktu yang tepat. Jadi jangan dicontoh ya, hahaha. Well, akhirnya ada kemauan untuk menulis lagi. Menulis (mengetik) itu menyenangkan, tapi kalau saya sih, memang harus dapet mood yang pas untuk melakukan itu. Pas bukan selalu mood yang baik, lebih ke mood mau menuangkan dengan kata-kata gengges di sini. Bisa jadi ketika perasaan baik dan bercorak bunga-bunga (okay, semacam dedek-dedek vintage gitu) atau ketika sama sekali gak baik. Misal dalam beberapa kali waktu yang lalu, saya sempat menuliskan tentang saat sadar kalau terlalu kangen sama Bapak, mood yang didapat pas, dengan suasan hati yang campur aduk kayak cucian laundry. Siang ini, saya mencoba iseng bercerita lagi. Banyak hal yang terjadi. Rambut semakin panjang dan belum ada niat untuk potong ala-ala boyband korea. Berat badan relative stabil, stabil kenaikannya dan mencapai angka 56 ! how come…… ya bisa aja sih, secara kegiatan rutin adalah ngemil...

Fiction is The Truth Inside The Lie

Why do I write?  Writing, I think, is the act of opening yourself up to the entire world, exposing your vulnerability with the hope and the trust of being accepted, being loved and adored. I’ve heard many times that writing is “an act of love,” and I believe this is what is meant by that. It is not an act of love by virtue of the love of writing, the act of pen to paper (or fingers to keyboard, like me), but rather the sacrificial, frightening and vulnerable part of love and relationships (again, and again, and again, and again, do it again). It’s the exposure, the terrifying degree of trust that is requisite for that sort of transparency. The unfortunate consequence is the isolation it requires, the walls that we have intentionally or otherwise — built up around ourselves. Writing is a struggle . Rejections, at first, are as heartbreaking as failed relationships. You spend a few months in this optimistic dreamland, you imagine a future with yourself and this...